Polarisasi Ekonomi Dalam Puisi Jembatan Karya Sutardji Calzou Bachri
DOI:
https://doi.org/10.10101/jpbsi.v1i1.1Keywords:
puisi, polarisasi, ekonomi, kapitalismeAbstract
Penelitian ini mendeskripsikana tentang polarisasi ekonomi dalam puisi berjudul Jembatan karya Sutardi Calzoum Bachri. Polarisasi ekonomi dapat merupakan penggambaran dari kesenjangan ekonomi antara suatu tingkatan tertentu. Rumusan masalah pada penelitian ini antara lain: 1) bagaimana gambaran kesenjangan sosial pada puisi Jembatan karya Sutardji C. Bachri? dan 2) bagaimana kapitalisme yang ada pada puisi Jembatan karya Sutardji Bachri?. Tujuan penelitian ini meliputi 1) menjelaskan gambaran kesenjangan sosial pada puisi Jembatan karya Sutardji C. Bachri dan 2) memaparkan kapitalisme yang ada pada puisi Jembatan karya Sutardji C. Bachri. pendekatan penelitian ini adalah sosiologi sastra, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kutipan dalam bait- bait puisi berjudul Jembatan karya Sutardji Calzoum Bachri. Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti secara langsung sebagai pihak yang melaksanakan penelitian, mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: satu, membaca dengan cermat bait puisi berjudul Jembatan karya Sutardji Calzoum Bachri agar memahami isi cerita, dua, memberi tanda pada bagian yang menjadi fokus penelitian, tiga, mengelompokkan data sesuai dengan indikator penelitian, dan empat, melakukan cek keabsahan data yang diperoleh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat polarisasi ekonomi dalam puisi berjudul Jembatan karya Sutarji C. Bachri, mengangakat tema kesenjangan sosial yang ada di masyarakat. Kaum borjuis dan proletar yang di tampilkan pada puisi menggambar potret kehidupan sosial yang nyata terdapat di masyarakat sekitar. Keadaan tersebut tidak akan berubah tanpa kesadaran yang mendalam dari masing- masing individu untuk peduli terhadap sesama dan tentu kesadaran pemerintah untuk lebih bertanggung jawab terhadap rakyatnya yang memerlukan perhatian sebelum akhirnya menimbulkan masalah sosial yang lainnya.





