Analisis Gaya Bahasa Pada Cerita Pendek Cinta Laki-Laki Biasa Karya Asma Nadia

Authors

  • Rida Lidyawati Dewi

DOI:

https://doi.org/10.10101/jpbsi.v1i2.20

Keywords:

analisis cerpen, gaya bahasa

Abstract

Dengan bertambahnya zaman, semakin banyak sebuah karya sastra yang diciptakan oleh para sastrawan, dengan beragam jenisnya seperti: prosa dalam bentuk cerpen atau novel, puisi serta drama, maka semakin kaya pula gaya dalam berbahasa yang akan ditemui dalam karya sastra tersebut. Adapun tujuan peneleitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang ditampilkan Asma Nadia dalam cerpen Cinta Laki-Laki Biasa yang meliputi: gaya bahasa retoris, hiperbola, klimaks, anti klimaks, asonansi, metafora. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan dukungan instrumen lainnya. Peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Terdapat 4 data dalam penelitian ini. Data penelitian ini berupa (1) membaca cerpen
Cinta Laki-Laki Biasa. (2) menandai beberapa bagian yang berkaitan dengan gaya bahasa yang ditemui dalam cerpen. (3) mencatat gaya bahasa yang ada. (4) membuat instrumen pengumpulan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian: Hasil dari penelitian ini yakni. Pertama, terdapat 29 macam gaya bahasa yang masing-masing terbagi ke dalam 6 macam gaya bahasa, yaitu retoris, hiperbola, klimaks, anti klimaks, asonansi, dan metafora. Kedua, gaya bahasa yang sering muncul dalam penelitian ini yakni, gaya bahasa hiperbola dan klimaks yang berjumlah 8. Sedangkan
gaya bahasa yang jarang muncul yakni gaya bahasa metafora yang berjumlah 2. Gaya bahasa lainnya seperti anti klimaks dan retoris berjumlah 3 dan gaya bahasa asonansi berjumlah 5.

Kata kunci: Analisis Cerita pendek, Gaya Bahasa

Downloads

Published

12-02-2026