Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Close The Door Episode “Miskin Bukan Privilege” bersama Raymond Chin
DOI:
https://doi.org/10.10101/jpbsi.v3i1.33Keywords:
tindak tutur, ilokusi, podcast, pragmatikAbstract
Bahasa memiliki fungsi utama sebagai sarana komunikasi, bukan hanya sebagai media penyampaian pesan, melainkan juga sebagai alat untuk melakukan tindakan melalui tuturan. Salah satu bentuk tindakan tersebut ialah tindak tutur ilokusi, yaitu ungkapan yang mengandung maksud tertentu dari penuturnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam episode Close The Door berjudul “Miskin Bukan Privilege” bersama Raymond Chin. Topik ini dipilih karena percakapannya lugas, sarat makna, serta mengangkat isu sosial yang relevan sehingga penting dikaji dari sudut pandang pragmatik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data diambil dari tuturan Deddy Corbuzier dan Raymond Chin pada podcast yang diunggah di YouTube tanggal 3 Februari 2022. Teori Searle (1979) dipakai untuk mengklasifikasikan jenis tindak tutur ilokusi, yakni representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Sementara itu, fungsi ilokusi dianalisis dengan teori Leech (1993) yang membaginya ke dalam fungsi kompetitif, konvivial, kolaboratif, dan konfliktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya 153 data tindak tutur ilokusi. Jenis yang paling dominan ialah representatif (88 data), diikuti direktif (36 data), ekspresif (25 data), serta komisif (4 data). Jenis deklaratif tidak ditemukan karena konteks pembicaraan tidak menuntut adanya otoritas formal. Dari segi fungsi, ditemukan 69 data fungsi kolaboratif, 38 data konvivial, 11 data konfliktif, dan 4 data kompetitif. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi dalam podcast berlangsung secara informatif dan kooperatif, meski sesekali disertai kritik maupun sindiran.
Kata kunci: tindak tutur ilokusi, fungsi ilokusi, podcast, pragmatik





