Analisis Konflik Batin pada Tokoh Ahmad dalam Naskah Drama Fajar Siddiq Karya Emil Sanossa: Teori Psikoanalisis Sigmund Freud

Authors

  • Septi Kartika Sari
  • Ramadani Sahroni STKIP Muhammadiyah Lumajang

DOI:

https://doi.org/10.10101/jpbsi.v2i2.9

Keywords:

psikoanalisis, konflik batin, tokoh

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya konflik batin dalam karya sastra sebagai cerminan pergolakan jiwa manusia. Naskah drama Fajar Siddiq karya Emil Sanossa menampilkan tokoh Ahmad yang mengalami pergulatan kejiwaan akibat benturan antara dendam pribadi, realitas sosial, serta nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin yang dialami Ahmad serta menganalisis penyelesaiannya menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud (id, ego, dan superego) dan teori penyelesaian konflik menurut Team et al. (2011). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang berfokus pada interpretasi dialog, tindakan, dan latar tokoh Ahmad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin Ahmad berkembang dari dominasi id berupa dorongan balas dendam, diperkuat oleh ego yang membenarkan tindakannya, hingga akhirnya superego muncul membentuk kesadaran moral dan penyesalan. Penyelesaian konflik batin tokoh Ahmad dikategorikan sebagai konfrontasi negosiasi, melalui komunikasi terbuka, interaksi emosional, dan refleksi spiritual tanpa kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa konflik batin dapat diselesaikan melalui kesadaran moral dan transformasi spiritual. Naskah Fajar Siddiq sekaligus menjadi sarana refleksi bagi pembaca untuk memahami dinamika kejiwaan tokoh dalam sastra serta pentingnya pendekatan psikologi sastra dalam kajian maupun pembelajaran.

Kata kunci: konflik batin, tokoh Ahmad, psikoanalisis Freud

Downloads

Published

04-02-2026